Senin, 31 Maret 2014

MENGELOLA KEUANGAN: Tidak Boros



"Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi
orang yang bebal memboroskannya."
              Amsal 21:20
Ada banyak keluarga Kristen yang mengalami masalah dalam hal keuangan: terus-menerus pas-pasan saja atau malah defisit, walaupun sebenarnya pendapatan mereka relatif besar dan mencukupi. Pertanyaan: ke mana saja uang itu raib? Ternyata masalahnya adalah ketidakmampuan kita dalam mengelola keuangan kita. Besar atau kecilnya pendapatan seseorang memerlukan kecermatan dalam mengelolanya, jika tidak, sewaktu-waktu kita akan mengalami kesulitan keuangan. Ingat! Kemampuan kita dalam mengelola uang akan menentukan kepercayaan Tuhan kepada kita atas kekayaanNya. "Karena di mana hartamu berada, di situjuga hatimu berada." (Matius 6:21).
Seringkali setelah mengembalikan persepuluhan kita berpikir bahwa urusan kita sudah beres dan sisa uang yang 90% menjadi milik kita sepenuhnya, lalu kita pun menghabiskannya tanpa perhitungan. Sesungguhnya, uang yang kita miliki itu sepenuhnya milik Tuhan, sedangkan kita ini hanyalah bendaharaNya saja, dipercaya untuk mengelola. Ketidakmengertian inilah yang akhirnya mendorong orang Kristen menjalani hidup boros, tidak bisa mengatur keuangannya dengan baik. Alkitab menyatakan, "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara ked.1, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benarjuga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?" (Lukas 16:10-11).
Yang penting bukan seberapa banyak uang yang kita miliki atau seberapa besar penghasilan kita, tetapi seberapa bijak kita mengendalikan pengeluaran. Inilah tandanya orang Kristen tidak dapat mengelola uangnya dengan baik, yaitu bergaya hidup konsumtif. Ia selalu 'lapar' mata sehingga tidak dapat mengendalikan diri untuk membelanjakan uangnya; apalagi kalau sudah berada di mal, tanpa pertimbangan matang membeli apa saja yang diinginkan hanya untuk memberi kesan 'wah' atau agar dipandang orang lain hebat; inilah gaya hidup 'borju' (borjuis, berlagak kaya) sehingga berpikiran lebih tinggi daripada yang patut dipikirkannya.
Tidak ingin disebut orang bebal? Atur keuangan dengan baik dan jangan boros!

0 komentar:

Posting Komentar